Indikator
  • Undercontruction

29 OPD di Kabupaten Malang Tidak Maksimal Serap Anggaran

Home / Peristiwa / 29 OPD di Kabupaten Malang Tidak Maksimal Serap Anggaran
29 OPD di Kabupaten Malang Tidak Maksimal Serap Anggaran Nota kesepahaman antara Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko dengan Bupati Malang, Rendra Kresna. (Foto: Tika/TIMES Malang)

TIMESJATIM, MALANG – Sebanyak 29 organisasi  perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Malang tidak mampu menyerap anggaran secara maksimal. 

Fakta ini dibuka dalam rapat paripurna terhadap Raperda tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun anggaran 2017, di ruang serbaguna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (13/9/2017). 

"Laporan badan anggaran (banggar), ada 29 OPD yang penyerapan anggarannya tidak maksimal," kata Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko, saat ditemui usai rapat paripurna.  

Hari menjelaskan, berdasarkan hasil temuan inspektorat, terdapat 29 OPD yang belum siap secara administratif. Akibatnya, mempengaruhi penyerapan anggaran tahun 2017 dan penyusunan perubahan tahun 2017.

"Ya gimana mau ngasih (dana) lagi. Ada anggaran segitu saja belum habis, bagaimana mau mengajukan lagi," imbuh politisi asal PDIP Kabupaten Malang itu. 

Sayangnya, Hari itu tidak merinci OPD mana saja yang penyerapan anggarannya tidak maksimal. 

Namun, dia mencontohkan satu dinas yang masuk dalam daftar 29 OPD, dinas pendidikan. 

"Contohnya Dinas Pendidikan, awal tahun 2017, mengajukan anggaran sekitar Rp 7,5 miliar untuk bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk anak miskin," bebernya. 

Namun, ternyata penyerapan anggaran yang dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan untuk program ini hanya sekitar Rp 1,5 miliar. 

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com