Indikator
  • Undercontruction
Sehat Bersama RSUD Blambangan

Inovasi Baru, Apoteker Antar Obat Sekaligus Cek Kebersihan Rumah Pasien

Home / Peristiwa / Inovasi Baru, Apoteker Antar Obat Sekaligus Cek Kebersihan Rumah Pasien
Inovasi Baru, Apoteker Antar Obat Sekaligus Cek Kebersihan Rumah Pasien Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mencoba motor khusus untuk apoteker muda penghantar obat. (Foto: Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BANYUWANGI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi kembali menghadirkan inovasi peningkatan pelayanan kepada pasien.

Inovasi terbaru kali ini adalah, layanan antar obat kepada pasien bertajuk Gugus Antisipasi Cegah Antrian Panjang dengan Apoteker Antar Obat ke Rumah Pasien atau Gancang Aron.

Tidak hanya memastikan obat sampai di tangan pasien dengan informasi dosis yang tepat, mereka juga akan melihat langsung lingkungan si pasien.

Maka bila ada pasien yang tidak lekas sembuh akan dicari tahu sifat lingkungannya kotor, jorok atau sudah cukup bersih.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam soft lounching program tersebut mengatakan pihaknya mengapresiasi inovasi baru peningkatan kualitas pelayanan untuk masyarakat tersebut.

"Jadi ini kalau masyarakat ada kendala menunggu, misal masyarakat miskin ke rumah sakit pinjam motor tetangga, tidak harus antri di apotek rumah sakit," kata Anas, Rabu (13/9/2017).

Dia juga terus mendorong semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terus melakukan inovasi pelayanan.

"Saya itu saat selesai mengerjakan sebuah inovasi, tersadar bahwa masih banyak inovasi yang belum dikerjakan. Kalau sudah selesai mengerjakan sesuatu, saya merasa masih banyak pekerjaan yang belum dilakukan," imbuh Anas.

Anas menjelaskan program apoteker antar obat ke rumah pasien sementara ini berjalan di Banyuwangi Kota.

Ketika program itu berhasil dan kepuasan masyarakat tinggi, area juga akan diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Sementara itu, Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat mengatakan untuk mendapatkan layanan tersebut masyarakat tak perlu persyaratan khusus.

Di Unit Pelayanan Rawat Jalan, petugas akan menawarkan layanan antar obat tersebut.

"Untuk yang tidak sempat menunggu antrian obat di apotek kita, atau masyarakat miskin yang perlu diantar akan kita antar," kata Taufik.

13 apoteker muda setiap hari kerja siap sedia mengantarkan obat kebutuhan pasien.

Kalaupun pasien memilih menunggu, lama tunggu apotek RSUD Blambangan telah mengikuti aturan Kementerian Kesehatan, yakni maksimal setengah jam untuk obat jadi dan 1 jam untuk obat racikan.

Dikatakan Taufik hal itu terbukti dengan lengangnya suasana antrean apotek pukul 10 pagi karena semua kebutuhan obat pasien telah dilayani dengan cepat. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com