LMND dan SRMI Minta BPJS Kesehatan Dibubarkan, Ini Alasannya

Home / Berita / LMND dan SRMI Minta BPJS Kesehatan Dibubarkan, Ini Alasannya
LMND dan SRMI Minta BPJS Kesehatan Dibubarkan, Ini Alasannya LMND dan SRMI aksi menuntut pembubaran BPJS Kesehatan di Gedung DPRD Kabupaten Tuban, Senin (16/12/3019). (Foto: Ahmad Istihar/TIMESIndonesia)

TIMESJATIM, TUBAN – Puluhan mahasiswa tergabung dalam LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi) dan SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia) menggelar aksi menuntut pembubaran BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan). Mahasiswa menilai, BPJS  bemasalah dan menjadi lembaga komersil.

Dalam aksi yang dilakukan di depan aula Gedung DPRD Tuban, Senin (16/12/2019), peserta demo membawa pamplet bertuliskan Liberalisasi dan komersialisasi jaminan kesehatan. Bubarkan BPJS Gagal, Wujudkan Jaminan Kesehatan Rakyat Semesta (Jamkesrata).

aksi-menuntut-2.jpg

"BPJS melanggar ketentuan umum pasal 1 ayat 3 UU nomor 40/2004 dan pasal 19 ayat 1 junto pasal 20 ayat 1 yang memuat prinsip - prinsip asuransi telah menyalahi prinsip jaminan sosial sesuai konstitusi," ungkap korlap aksi, Yayan Heldi Y kepada awak media.

Dalam orasi yang disuarakan itu, peserta aksi menyampaikan indikator-indikator kegagalan BPJS  kesehatan yang bertolak belakang dengan prinsip asuransi dan jaminan kesehatan warga negara yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 34.

"Adannya iuran wajib bagi warga negara, defisit anggaran yang terus meningkat, Beban anggaran pemerintah dan daerah terlalu besar bila dibanding output pelayanan kesehatan yang masih terbelit-belit ditataran birokasi Dinkes, sehingga hal ini berbenturan dengan prinsip gotong royong. Liberalisasi dan Komersialisasi sektor kesehatan telah berperan besar pembengkakan biaya kesehatan dari tahun ke tahun," sambungnya.

Yayan menambahkan, selain menuntut pencabutan UU SJSN dan UU BPJS. mahasiswa juga mendesak pemerintah melakukan audit terhadap BPJS dan rekanan penyelenggara kesehatan di Indonesia.

Seusai melakukan orasi dan tuntutannya itu, tujuh perwakilan aksi LMND dan SRMI ditemui kesekretariatan DPRD.  "Karena Ketua dewan ada tugas, Kami akan agendakan hearing dengan Mahasiswa, Dinkes, BPJS, RSUD, Pemkab dan Komisi IV. Insya Allah, satu-dua hari ini," kata Kesekretariatan DPRD Tuban, Cicik Hidayati.

Aksi mahasiswa dari LMND dan SRMI menuntut pembubaran BPJS Kesehatan mendapatkan pengawalan puluhan aparat keamanan dari Polres Tuban. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com