Timbulkan Bau, Program Hibah Ipal Komunal di Gresik Disoal

Home / Berita / Timbulkan Bau, Program Hibah Ipal Komunal di Gresik Disoal
Timbulkan Bau, Program Hibah Ipal Komunal di Gresik Disoal Program Ipal Komunal di Desa Serah yang disoal warga (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, GRESIK – Proyek Instalasi Pembuangan Air Limbah atau Ipal Komunal yang merupakan program hibah dari pemerintah pusat di Desa Serah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik disoal warga sebab menimbulkan bau tak sedap.

Padahal, adanya proyek Ipal Komunal itu agar pengelolaan sanitasi berdampak lingkungan lebih baik serta tak menimbulkan bau.

Sebelumnya, salah seorang warga Desa Serah menuliskan curhatannya di laman media sosial miliknya. Dia meminta agar pemangku kebijakan mencari solusi karena IpaI Komunal yang baru dibangun sebulan lalu itu menimbulkan bau tak sedap.

"Mohon pejabat Kecamatan Panceng supaya diberitahu bahwa air limbah ini tidak seharusnya dibuang ke got (selokan). Baik got desa atau sungai. Karena pasti mengganggu kenyamanan masyarakat banyak. Dan juga bisa (menimbulkan) pencemaran air sungai," tulis akun Facebook Muhammaddinulqowim Deny di sebuah grup facebook yang sempat viral.

Akibatnya, proyek senilai Rp 410 Juta yang digarap oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ipal Komunal Serah itu tidak mampu menampung limbah biologis secara sempurna.

"Seharusnya tidak menimbulkan bau karena ipal komunal dari hibah pemerintah pusat itu program sanitasi sehat sehingga ada proses pengolahan limbah tersebut," kata Kabid Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Gresik, Muchammad Usman, Selasa (21/1/2020).

Dilanjutkan Usman, Ipal komunal merupakan sanitasi yang digunakan oleh kelompok masyarakat dalam satu kawasan tertentu. Adapun, instrumen Ipal Komunal terdiri atas unit pengolah limbah, jaringan perpipaan dan sambungan rumah tangga. 

Menanggapi Ipal Komunal di Desa Serah yang menuai polemik, Usman akan mengintruksikan jajaranya untuk melakukan pengecekan lebih lanjut ke lokasi, hal ini penting untuk melihat manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Jadi dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan ke lapangan. Sepertinya masyarakat butuh pendampingan, sebab seharusnya limbah itu tidak menimbulkan bau ketika sudah melalui proses panjang pengelolaan limbah," tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Serah Abdul Said saat dikonfirmasi mengaku, tidak mengetahui secara detail proyek tersebut. Sebab, proyek Ipal Komunal itu sudah dilaksanakan sebelum dirinya dilantik menjadi kades.

"Sebelumnya Ketua KSM Pak Suparto sudah diingatkan oleh pengurus BPD. Agar proyek itu dilanjutkan setelah saya dilantik. Tapi penggarapnya tetap dilanjutkan," ungkapnya menanggapi program hibah Ipal Komunal di Desa Serah, Gresik disoal warga. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com