Exit Tol Madyopuro Seksi V Tol Malang-Pandaan Siap Beroperasi Akhir Februari

Home / Berita / Exit Tol Madyopuro Seksi V Tol Malang-Pandaan Siap Beroperasi Akhir Februari
Exit Tol Madyopuro Seksi V Tol Malang-Pandaan Siap Beroperasi Akhir Februari Satu-satunya ruko yang masih tersisa dan akan dibongkar untuk pembangunan Exit Tol Madyopuro Seksi V Malang-Pandaan. (FOTO: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, MALANGTol Malang-Pandaan (Tol Mapan) Seksi V di Kelurahan Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang, dicanangkan bisa beroperasi pada akhir Februari 2020 mendatang.

Sementara, proses pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 95 persen.

Tol-Madyopuro-2.jpg

“Sudah mau selesai. Kita sekarang sedang siap-siap untuk uji laik. Kalau di lapangan secara fisik main road dari Pakis sampai exit tol seksi V pertemuan dengan jalan utama itu sudah selesai semua. Sekarang kita masih tahap penyempurnaan, pembersihan, lampu juga sudah terpasang, markas juga sudah jadi, saluran sudah bahkan sampai rumput pun sudah,” kata Direktur Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Pandaan-Malang, Siswantono, kepada TIMES Indonesia, Selasa (28/1/2020).

Dalam waktu sepekan ke depan ini, pihaknya masih menyelesaikan bagian gerbang tol. Pertemuan antara jalan tol dengan Jalan Ki Ageng Gribig sedang dikebut. Hanya gerbang tol, katanya, masih on progress yang kini hanya tingkat sedikit saja.

“Untuk saat ini memang ada yang belum kita bongkar, tapi sudah selesai dalam pembebasan. Semua lahan sudah terbebas termasuk toko kelontong sudah selesai kita bebaskan dan saat ini memang masih proses pindahan atau boyongan,” jelasnya.

Untuk satu rumah terdampak tol memang masih tersisa satu ruko. Tepatnya agak tepi. Pihak pekerja tol tetap akan membongkar namun masih menunggu proses pindahan barang yang masih berlangsung.

Tol-Madyopuro-3.jpg

“Pemiliknya sudah setuju itu dibebaskan. Dalam minggu ini sudah ada uang ganti rugi (UGR) dalam proses administrasi pemberkasan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk target pembongkaran akan dilakukan paling lambat minggu ini sehingga minggu depan sudah tidak ada dan bisa dilanjutkan proses pembangunan selanjutnya. Pemilik ruko membutuhkan waktu untuk melakukan pindahan karena di dalamnya banyak barang yang harus dipindahkan.

Soal pertemuan jalan tol dengan Jalan Ki Ageng Gribig, pihaknya telah melakukan pelebaran jalan dan kini sudah terlihat di lapangan. Kendalanya ada di utilitas yang tentu kata dia membutuhkan pihak terkait turut andil menyelesaikan demi kenyamanan masyarakat.

“Untuk utilitas kita sudah minta tolong PLN untuk dipercepat. Di lapangan sudah mulai pasang kabel di sisi ke arah Malang. Namun sisi arah Pakis masih nunggu satu rumah itu untuk dibongkar. Ternyata tidak hanya PLN, namun ada juga Telkom. Untuk yang Telkom ini belum melakukan pergerakan. Kami harap segera melakukan pergerakan persiapan untuk melakukan relokasi,” pintanya.

Ia mengaku bahwa soal pembebasan lahan bukan termasuk wewenang dari pihak Jasa Marga. Sebagai pihak usaha jalan tol, ia hanya kebagian tugas pengerjaan setelah lahan itu bebas. Untuk proses pembebasan lahan ini ada lembaga yang ditunjuk oleh Kementerian PUPR RI kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Di situ yang melakukan pembebasan di bawah Kementrian PUPR. Tim inilah yang menentukan harganya berapa dan lainnya. Ketika itu sudah dinyatakan bebas, baru kami bekerja. Sekali lagi ini bukan wewenang kami, masyarakat penting untuk diinfokan,” katanya.

Tak terkecuali juga untuk lahan yang sekitar exil tol, tepatnya di depan tempat usaha cuci mobil. Kata Siswantono, itu merupakan wewenang dari Pemkot Malang sehingga pihak Jasa Marga tidak bisa melakukan apa-apa. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Malang.

“Kami selaku operator jalan tol berharap lahan tersebut segera dibebaskan oleh Pemkot. Kalau tidak nanti terjadi penyumbatan karena itu kan seharusnya dua arah, dari arah selatan mau masuk tol seharusnya langsung, namun itu harus belok dulu dan akan bikin macet. Karena operasionalnya bulan depan sudah dimulai,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam proyek pembangunan tol ada dua macam yaitu proyek bersifat solicited (milik pemerintah) dan proyek bersifat unsolicited (diprakarsai swasta). Untuk tol Pandaan-Malang masuk dalam proyek solicited sehingga proses pembebasan lahan itu dari pemerintah. Sedangkan pengerjaannya dari pihak jasa marga.

“Ini kan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), jadi kami masuk proyek solicited dimana didukung oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR. Berbeda dengan unsolicited yang diprakarsai oleh pihak swasta. Semuanya termasuk pembangunan, pembebasan lahan, dan lainnya, dilakukan oleh investor,” tuturnya.

Dengan target akhir Februari 2020 exit tol Madyopuro Seksi V Tol Malang-Pandaan bisa beroperasi, pihak Jasa Marga meminta dukungan dari banyak pihak. “Kami perlu dukungan dari PPK lahan dan BPN untuk segera mempercepat proses pembebasannya. Kami juga perlu dukungan PLN untuk mempercepat relokasi listriknya. Kami juga perlu dukungan dari utilitas lain untuk segera merelokasikan kabelnya, karena belum adanya action dari mereka. Kami juga perlu dukungan Pemkot untuk mempercepat proses pembebasan lahan yang belum selesai,” bebernya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com