DPRD Jatim Pertanyakan Data Kemiskinan BPS di Probolinggo

Home / Berita / DPRD Jatim Pertanyakan Data Kemiskinan BPS di Probolinggo
DPRD Jatim Pertanyakan Data Kemiskinan BPS di Probolinggo Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim, Mahdi (Foto: Istimewa)

TIMESJATIM, PROBOLINGGO – Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Mahdi mempertanyakan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan Kabupaten Probolinggo sebagai daerah termiskin keempat di Jatim. Politisi asal Probolinggo ini bahkan mengaku siap beradu data.

"Saya mempertanyakan data BPS itu, dan kalau perlu beradu data, saya siap," katanya kepada TIMES Indonesia, Senin (24/2/2020) sore melalui sambungan seluler.

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Probolinggo berada di posisi nomor empat dari bawah dengan persentase penduduk miskin sebesar 17,76 persen dari total penduduk. Di bawah Kabupaten Probolinggo, ada Kabupaten Bangkalan dengan persentase penduduk miskin sebesar 18,9 persen dari total penduduk. Kemudian, Kabupaten Sumenep dengan persentase penduduk miskin sebesar 19,48 persen dari total penduduk. Dan pada posisi juru kunci ada Kabupaten Sampang dengan persentase penduduk miskin sebesar 20,71 persen dari total penduduk.

Mahdi menyebut, data BPS tersebut aneh jika dibandingkan dengan peningkatan pertumbuhan di Kabupaten Probolinggo. Mulai pertumbuhan di bidang pertanian, hingga bidang pariwisata yang selama ini gencar dilakukan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com