Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Desak Penghentian Reklamasi Pantai Tlanakan

Home / Berita / Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Desak Penghentian Reklamasi Pantai Tlanakan
Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Desak Penghentian Reklamasi Pantai Tlanakan Reklamasi yang diduga ilegal di pantai Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan. (Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, PAMEKASAN – Ketua Pemuda Muhammadiyah Pamekasan mendesak Pemkab agar menghentikan proses reklamasi di Pantai Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tepatnya di sisi Selatan Resto Wiraraja. 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Hudan menilai reklamasi  bibir pantai tersebut ditengarai tanpa izin dan akan merusak lingkungan.

"Selebihnya, akan mengganggu terhadap para gerak nelayan setempat," ungkapnya, Jumat (28/2/2020).

Hudan meminta pada semua pihak untuk ikut mengawasi reklamasi yang diduga tanpa izin itu. 

"Dalam penguasaan lahan yang begitu besar itu sangat merugikan masyarakat, di pasal 33 kan sudah dijelaskan bahwa bumi dan air yang terkandung kekayaan alam semuanya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ungkap Hudan, selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Pamekasan.

Selain itu, Hudan juga meminta kepada pemerintah terkait untuk berpihak pada rakyat kecil bukan berpihak kepada orang yang ingin merusak lingkungan.

"Bagaimana pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat kecil, jadi hak-hak rakyat yang dirampas dengan penguasaan yang semena-mena, sehingga masyarakat yang dirugikan," tegas Hudan.

Sebelumnya, menurut kepala seksi (Kasi) perizinan DPMPTSP Khoirul Komar , tidak ada surat tembusan dari Pemprov Jatim mengenai kegiatan reklamasi tersebut. Diketahui izin praktik reklamasi pantai menjadi wawenang Pemprov Jatim sehingga penindakan menjadi urusan Satpol-PP Jawa timur. 

"Sampai sekarang belum ada izin keluar dari provinsi, seharusnya ada tembusan pada pihak Kabupaten Pamekasan. 

Sementara, Fathor ketua DPRD Kabupaten Pamekasan tidak bisa berkomentar banyak mengenai reklamasi Pantai Desa Tlanakan yang diduga  tanpa izin tersebut. "Saya dalam waktu dekat ini akan mengecek langsung untuk mengenai rekalamisi terserbut," ungkapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com