BLT Dana Desa Benelan Lor, Peternak Bebek Miskin Tak Dapat Bantuan

Home / Berita / BLT Dana Desa Benelan Lor, Peternak Bebek Miskin Tak Dapat Bantuan
BLT Dana Desa Benelan Lor, Peternak Bebek Miskin Tak Dapat Bantuan Kholil, peternak bebek miskin asal Desa Benelan Lor, Kecamatan kabat, Banyuwangi, yang tidak tersentuh bantuan. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BANYUWANGI – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT Dana Desa) di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, terus menjadi buah bibir. Penyebabnya, masyarakat miskin serta terdampak langsung Covid-19, malah tidak menjadi penerima.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, warga dengan ekonomi menengah atau berkecukupan, justru diketahui masuk dalam daftar penerima bantuan Rp 600 ribu perbulan tersebut. Penerima BLT Dana Desa ini diduga adalah kalangan mantan tim sukses Kepala Desa (Kades) dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019 lalu.

Dari penelusuran di lapangan, TIMES Indonesia, mendapati sejumlah warga ekonomi menengah penerima BLT Dana Desa di Desa Benelan Lor. Salah satunya Zainuddin AG. Kabar di masyarakat, dia adalah salah satu mantan tim pemenangan Kades Khairul Anam, Kades Benelan Lor.

blt-B.jpg

Ada juga Ahmad Rofik dan anaknya, Ahmad Masrur. Bapak dan anak yang berprofesi sebagai pemborong proyek ini menjadi penerima BPT Dana Desa. Padahal, menurut keterangan warga, selain memiliki rumah yang layak, kedunya juga masih punya aset tanah persawahan. Informasi di lapangan, duet bapak dan anak ini juga bagian dari mantan tim sukses Kades.

Namun kondisi bertolak belakang dialami Kholil. Dia yang hanya peternak bebek miskin justru terlewati pundi-pundi BLT Dana Desa di Desa Benelan Lor.

Begitu pula Miftah. Perajin perak yang usahanya macet lantaran rekanan di Bali tutup, malah tidak mendapat jatah BLT Dana Desa. Padahal, jika bicara pendemi Covid-19, usaha si Miftah ini justru terdampak langsung.

Nasib yang sama juga dialami Nenek Arah, janda tua warga di Dusun Krajan, Desa Benelan Lor. Wanita renta tanpa penghasilan tersebut malah tidak mendapat bantuan apa pun.

Khusnan alias Joko Thole, warga RT 1 RW 2, Dusun Krajan, penderita sakit asma menahun juga mengaku tidak mendapat bantuan. Padahal, karena sakit yang diderita, jejaka lanjut ini kemana pun harus membawa alat bantu pernafasan.

“Mungkin para penerima BLT Dana Desa itu menurut pemerintah desa dianggap lebih membutuhkan dan layak,” kata Joko Thole, Sabtu (23/5/2020).

Kepada wartawan, Kades Benelan Lor, Khairul Anam menyampaikan bahwa sejumlah warga terdampak Covid-19, tetap akan mendapat bantuan. Namun pendistribusian dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Seperti Arah, Miftah dan Kholil,” katanya.

Bantuan yang akan diberikan berupa paket sembako dan bersumber dari anggaran Pemerintah Desa Benelan Lor. Atau bukan BLT Dana Desa.

Padahal, sesuai Pasal 32 A, ayat 7, Peraturan Menteri Keuangan, Nomor 40/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan, Nomor 205/pmk.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa, disebutkan bahwa apabila besaran Dana Desa untuk BLT Dana Desa tidak mencukupi, Kades dapat menggunakan Dana Desa melebihi batasan setelah mendapat persetujuan Bupati atau pejabat yang ditunjuk.

Kepada awak media, Khairul Anam juga menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa diwilayahnya tidak ada unsur politik. Dan proses penentuan penerima dirumuskan melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Tapi sebelumnya, Kades Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ini mengakui jika Musdes digelar dengan mengundang hadirkan Ketua RT dan RW. Termasuk sejumlah mantan tim suksesnya.

“Kalau omong kaya miskin itu kan relatif, itu kan hasil Musdes. Kita Musdes itu bukan hanya tim kita sendiri, tapi ada RT RW, dan itu orang perorang kita bahas di Musdes,” ucapnya.

“Silahkan cek di lapangan. Yang memang layak mendapat bantuan (BLT Dana Desa) ada yang tidak dapat apa tidak, gitu aja. Kalau ada yang layak tapi tidak dapat, desa yang tanggung jawab,” cetus Khairul Anam. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com