UIN Malang Pelopori Penataan Mental Menuju New Normal Life

Home / Berita / UIN Malang Pelopori Penataan Mental Menuju New Normal Life
UIN Malang Pelopori Penataan Mental Menuju New Normal Life Paparan yang disampaikan Kapolda Jatim dalam Webinar yang digagas UIN Malang, Rabu (3/6/2020). (screenshot Webinar uinmlg)

TIMESJATIM, MALANGUIN Malang menjadi pelopor dalam menata mental menuju New Normal Life dengan menggagas Seminar Web dengan para top manajer Provinsi Jawa Timur.

Dipimpin langsung Rektor UIN Malang,  Prof Dr Abdul Haris, M.Ag dari ruang rektor, Webinar yang berlangsung hampir tiga jam itu langsung menghadirkan tiga narasumber top yakni Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah SSos,MM, serta Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr H Mohammad Fadil Imron, M.Si.

Banyak hal yang dikupas dalam Webinar itu. Namun dari semua yang dibicarakan panjang lebar oleh para narasumber maupun respon dari para Guru Besar UIN Malang, kesimpulannya adalah disiplin merupakan kunci.

Tiga narasumber itu sepakat bahwa disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah vaksin yang ampuh untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Namun untuk menerapkan disiplin tinggi menjalankan protokol kesehatan itu, saat ini khususnya di Jawa Timur, masih dibutuhkan kehadiran aparat pemerintah, yakni kolaborasi antara TNI, Polri dan aparat sipil Pemerintahan seperti Satpol PP.

Seperti diungkapkan Kapolda Jatim, disiplin itulah vaksin untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19. "Untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi disiplin masih diperlukan kolaborasi. Bukan hanya aparat pemerintah saja, namun juga seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.

Covid-19, kata Kapolda telah berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Covid-19 juga dipandang sebagai sesuatu ancaman yang merugikan.

Upaya yang dilakukan untuk memutus rantai penyebarannya adalah penetapan PSBB, Sosial Distancing dan Physical Distancing, penerapan pola hidup sehat seperti mengenakan masker dan kebiasaan mencuci tangan, kebijakan work from home and school from home, pembatasan mobilisasi sosial dan perpindahan penduduk antar wilayah serta karantina mandiri.

"Namun langkah-langkah tersebut ternyata belum bisa terlihat pengaruhnya terhadap penurunan penyebaran Covid-29 di Jawa Timur. Bahkan tidak jarang menimbulkan konflik dan perselisihan dalam pelaksanaannya," tegas Kapolda.

Pangdam V Brawijaya juga menegaskan, untuk memastikan New Normal Life berjalan baik, Pemerintah harus melakukan upaya yang sistemitasi , terkoordinasi dan konsisten.

"Karena itu TNI bersinergi dengan Polri dan Satpol PP akan menggelar operasi pendisiplinan itu. Kodam, Polda dan Satpol PP akan melakukan kerjasama dengan gugus tugas agar bisa melaksanakan penerapan kedisiplinan sesuai protokol kesehatan ini," tutur Pangdam.

Menurut Pangdam, langkah ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi untuk merubah membiasakan untuk optimalisasi gerakan disiplin nasional yang telah ditetapkan Presiden dan Panglima TNI. "Tujuannya agar masyarakat bisa melaksanakan tugas sehari-hari," tambahnya sembari berharap masyarakat bisa dan mampu mentaati aturan disiplin ini.

Hal senada dikemukakan Gubernur Jatim, bahwa saat ini kata kuncinya adalah penegakkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. "Karena ternyata penerapan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan selama ini, tidak bisa menjamin berkurangnya angka penyebaran Covid-19, yang ada angka di Jawa Timur justru semakin bertambah," katanya.

Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris, MAg memberi sambutan sangat singkat mengakhiri Webinar UIN Malang Menata Mental menuju New Normal Life dengan 3 orang top di jajaran Pimpinan Provinsi Jawa Timur. Pertama ia berterimakasih atas kesediaan ketiganya menjadi narasumber dan kedua ia berterimakasih diberi Vaksin Covid-19 berupa rencana penerapan operasi disiplin. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com