Kecamatan Lawang Sosialisasi Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tujuannya

Home / Berita / Kecamatan Lawang Sosialisasi Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tujuannya
Kecamatan Lawang Sosialisasi Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tujuannya Dr Christiaji (paling kiri) bersama timnya dari FK UIN Malang saat menjadi pembicara pada acara Sosialisasi sekolah ditengah pandemi Covid-19.(FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, MALANG – Sosialisasi sekolah di tengah pandemi Covid-19 digelar di pendopo Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (1/7/2020) dengan narasumber utama Tim Satgas Covid-19 UIN Malang.

Dr Christiaji dari UIN Malang yang menjadi narasumber utama  dalam sosialisasi itu menyatakan saat ini tugas berat bukan lagi di tangan lembaga kesehatan soal pandemi Covid-19, tetapi sudah bergeser kepada para pendidik.

Christiaji mempunyai alasan kuat mengapa tugas berat itu sekarang bergeser kepada para tenaga pendidik. "Karena kita semua sepakat bahwa anak-anak sekolah sekarang ini sudah terlalu lama libur. Lambat laun hal ini ternyata menjadi kegelisahan masyarakat," ujar Christiaji.

FK-UIN-Malang-2.jpg

Acara sosialisasi itu dihadiri Camat Lawang, Mumuk Hadi Martono SH MHum, Danramil Lawang, Kapten Arm Joko Sunoto, dan Kapolsek Lawang, Kompol Hari Subagyo SH, MH.

Menurut Christiaji, tugas Satgas Covid-19 saat ini memang berat. Namun seiring berjalannya waktu, dalam perkembangannya, pandemi ini memunculkan hal bahwa tugas yang berat bergeser ke lembaga pendidikan bahkan ke lembaga keamanan bahkan lembaga ekonomi oleh dampak yang ditimbulkannya.

Itulah sebabnya dalam sosialisasi  sekolah di Kecamatan Lawang di tengah pandemi Covid-19 menuju era new life ini, Christiaji menekankan bahwa peran sekolah lambat laun menjadi sangat penting juga.

Setidaknya 100 tenaga pendidik mulai dari tingkat Kepala Sekolah kebawah mengikuti acara sosialisasi itu. Mereka diharapkan mempersiapkan baik fisik maupun secara psikologi dalam memasuki Era New Life ini.

Soal masih banyaknya pertanyaan apakah Covid-19 ini sebenarnya ada atau tidak, Christiaji pribadi berpikiran yang sama.

FK-UIN-Malang-3.jpg

"Menurut saya tidak dipedulikan apakah ada atau tidak. Faktanya sudah banyak yang berjatuhan di seluruh dunia. Melihat panjenengan semua mengenakan masker inipun sebenarnya bukan sesutu yang susah untuk dilakukan kan?" kata Christiaji.

Namun yang jelas, lanjut Christiaji, pandemi ini bukan yang pertama. Dunia sudah beberala kali dihadapkan lada pandemi.

Indonesia per 3 Juni terdapat 481 ribu kematian karena pandemi Covid-19 ini. "Kita tidak ingin angka itu terus meningkat," ujarnya.

Itulah sebabnya, lanjut Christiaji peran para pendidik untuk mencegah semakin menyebarnya gelombang Covid-19 menjadi sangat penting.

"Kita sudah tidak menemukan upaya lagi ketika virus ini  semakin mengganas. Pandemi ini terjadi karena 3 faktor yakni virus yg ganas, manusia yang rentan, dan lingkungan kotor atau fasilitas kesehatan yang tidak memadai," kata Christiaji Tim Satgas Covid-19 UIN Malang dalam sosialisasi menyiapkan dunia pendidikan menuju era new life. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com