Perairan Pulau Rao -Tanjung Dehegila Morotai Ditetapkan Sebagai Kawasan Konservasi

Home / Berita / Perairan Pulau Rao -Tanjung Dehegila Morotai Ditetapkan Sebagai Kawasan Konservasi
Perairan Pulau Rao -Tanjung Dehegila Morotai Ditetapkan Sebagai Kawasan Konservasi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Suriani Antarani, S.E. (FOTO: Abdul H Husain/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, MOROTAI – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara (Malut) kini bernapas lega, setelah menerima Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 67/KEPMEN-KP/2020 tentang Kawasan Konservasi Perairan Pulau Rao-Tanjung Dehegila dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Maluku Utara.

"Alhamdullillah, akhirnya di tetapkan KKP, Kawasan Konservasi Perairan Morotai melalui Kepmen KP Nomor 67 Tahun 2020 tertanggal 10 Juni 2020 tentang Kawasan Konservasi Perairan Pulau Rao - Tanjung Dehegila dan sekitarnya dengan luas keseluruhan 65.892,42 Hektar," ungkap Kepala Dinas DKP Pulau Morotai, Suriani Antarani, Rabu (1/7/2020).

Wanita yang akrab disapa Antarani ini, menjelaskan penetapan tersebut pertimbangannya dalam rangka melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan potensi perikanan karena, adanya habitat dan biota penting seperti terumbu karang, padang lamun, mangrove, ikan karang, ikan kakap, kerapu dan hiu sirip hitam.

Juga, ada spesies dilindungi seperti lumba lumba, duyung dan pari mata. Maka, dipandang perlu dilakukan perlindungan terhadap kawasan perairan Pulau Rao-Tanjung Dehegila dan sekitarnya sesuai Kepmen KP.

Karena, Pulau Rao-Tanjung Dehegila dan perairan sekitarnya memiliki keunikan alam dan berdaya tarik tinggi serta berpeluang besar untuk menunjang pengembangan wisata perairan yang berkelanjutan.

Kemudian, zona tersebut terbagi dalam beberapa area, antaranya Area I meliputi Perairan Pulau Rao-Tanjung Dehegila dengan luas 45.052,75 hektar meliputi zona inti dengan luas 1.426.91 ha, zona pemanfaatan berupa subzona pariwisata alam perairan seluas 417,12 ha, zona perikanan berkelanjutan luasnya 42.238,93 ha, dengan subzona penangkapan ikan 41.405,23 ha, subzona perikanan budidaya 833,70 ha.

Dan, zona lainnya 969,79 ha, meliputi subzona tambat labuh 32,97 ha, subzona pelestarian budaya 102,85 ha, subzona perlindungan mamalia laut 795,81 ha dan subzona rehabilitasi 38,16 hektar.

Area II dengan luas 13.060.,42 hektar yang meliputi zona inti 100,10 ha, zona pemanfaatan berupa subzona pariwisata alam perairan 899,11 ha dan zona perikanan berkelanjutan berupa subzona penangkapan ikan seluas 12.061,21 hektar.

Area III dengan luas 7.779,25 hektar yang meliputi zona pemanfaatan berupa subzona pariwisata alam perairan 837,99 ha, zona perikanan berkelanjutan berupa subzona penangkapan ikan 6.932,51 ha dan zona lainnya berupa subzona rehabilitasi dengan luas 8,75 hektar.

Ditegaskan, dalam Kepmen KP tersebut Pemerintah Daerah diberi kewenangan melakukan pengelolaan taman wisata perairan Pulau Rao-Tanjung Dehegila dan perairan sekitarnya yang telah ditetap.

"Terkait Kepmen KP ini maka, DKP Provinsi Maluku Utara bersama DKP Kabupaten Pulau Morotai akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat nelayan agar diketahui. Sehingga sama sama turut menjaga kelestarian laut dari tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja merusak lingkungan laut," terang Kadis DKP Suriani Antarai, SE. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com