Indeks Demokrasi Jatim Naik, Gubernur Jatim Khofifah: Hak Politik Warga Terlayani

Home / Berita / Indeks Demokrasi Jatim Naik, Gubernur Jatim Khofifah: Hak Politik Warga Terlayani
Indeks Demokrasi Jatim Naik, Gubernur Jatim Khofifah: Hak Politik Warga Terlayani Foto : Dictio Community

TIMESJATIM, SURABAYAGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan  Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Timur menunjukkan peningkatan sepanjang tiga tahun terakhir. 

Mengutip data dari BPS tahun 2020 Khofifah menjelaskan bahwa pada tahun 2017 indek presentase demokrasi sebesar 70.92%, kemudian di tahun 2018 indek demokrasi mengalami kenaikan menjadi 72.86% dan di tahun 2019 Indek Demokrasi naik kembali menjadi 77.68%.

“Kenaikan indek demokrasi ini tidak lepas dari terlayaninya hak-hak politik warga masyarakat, selain itu lembaga penyelenggara demokrasi (KPU dan Bawaslu) juga berperan penting dalam kenaikan indeks demokrasi, salah satunya dengan kinerja lembaga yang semakin membaik," papar Khofifah, Selasa (11/8/2020). 

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini melanjutkan, pentingnya setiap tahapan Pilkada Serentak 2020. "Standar pemilu demokratis menjadi hal utama yang dilaksanakan secara berkala dengan kepastian hukum," tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IDI di Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 77,68 dalam skala indeks 0 sampai 100. Angka ini mengalami kenaikan 4,82 poin dibandingkan dengan IDI Jawa Timur 2018 yang capaiannya sebesar 72,86. Tingkat demokrasi Jawa Timur tersebut masih termasuk dalam kategori “sedang”.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, mengatakan, capaian IDI Jawa Timur dari tahun 2009 hingga 2019 mengalami fluktuasi. 

Pada awal mula dihitung tahun 2009, capaian IDI Jawa Timur termasuk kategori sedang, yaitu sebesar 62,49. Namun, pada empat tahun berikutnya, IDI Jawa Timur masuk dalam kategori buruk. Selanjutnya, pada tahun 2014 dan 2015  mengalami peningkatan hingga mencapai angka 75,90  pada tahun 2015.

Sayangnya, pada dua tahun berikutnya, IDI Jawa Timur  kembali turun. Setelah itu, pada tahun 2018, IDI Jawa Timur mulai naik kembali hingga mencapai 77,68 pada tahun 2019. 

"Angka ini merupakan IDI Jawa Timur tertinggi sejak pertama kali IDI dihitung. Fluktuasi  angka IDI Jawa Timur adalah cerminan situasi dinamika  demokrasi di Jawa Timur,” ujar Dadang Hardiwan. 

IDI sebagai sebuah alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia memang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi. IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian (evidence-based) sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas yang terjadi.

Angka IDI Jawa Timur 2019 merupakan indeks komposit yang disusun dari nilai tiga aspek. Antara lain aspek Kebebasan Sipil yang bernilai 72,14; aspek Hak-Hak Politik yang bernilai 80,25; danaspek Lembaga Demokrasi yang bernilai 80,55.Pada tahun 2019, aspek Hak-hak Politik dan Lembaga Demokrasi mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2018.

Sebaliknya, aspek Kebebasan Sipil mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018. Dalam tiga aspek demokrasi yang diukur pada tahun 2019, indeks aspek Hak-hak Politik dan  Lembaga Demokrasi masing-masing  mengalami kenaikan sebesar 12,80 poin dan 4,58 poin  dibandingkan tahun 2018. Sementara itu, nilai  indeks  aspek Kebebasan Sipil mengalami penurunan 5,07 poin.

Selama 5 tahun terakhir (2015-2019) tidak ada indeks aspek yang berkategori “buruk” . Pada tahun 2018 semua aspek berada dalam kategori “sedang”.

Namun, pada tahun 2019, dua aspek indeks domokrasi meningkat menjadi berkategori ”baik” di provinsi yang dikomandani Gubernur Jatim Khofifah ini, yaitu Aspek Hak-hak Politik dan Lembaga Demokrasi.(Lely Yuana) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com