Gunakan Sound Horeg, PSBB Sosialisasikan SE Wali Kota Batu Soal Hajatan

Home / Berita / Gunakan Sound Horeg, PSBB Sosialisasikan SE Wali Kota Batu Soal Hajatan
Gunakan Sound Horeg, PSBB Sosialisasikan SE Wali Kota Batu Soal Hajatan Dikawal polisi, PSBB menyosialisasikan SE Wali Kota Batu ke desa-desa yang ada di seluruh wilayah Kota Batu. (foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESJATIM, BATU – Menindaklanjuti hasil audiensi dengan Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi beberapa hari lalu. Pekerja Seni Batu Bersatu (PSBB) hari ini (1/9/2020) turun jalan. Bukan untuk berunjukrasa, dengan menggunakan sound Horeg mereka menyosialisasikan Surat Edaran Wali Kota Batu (SE Wali Kota Batu) tentang pelaksanaan hajatan di era Pandemi Covid-19.

Sejak pagi, ratusan mobil sound Horeg berkumpul di Lapangan Sisir, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Sambil membawa sound berukuran besar, mereka terus menerus memperdengarkan rekaman suara yang menginformasikan  bahwa per tanggal, 31 Agustus 2020 sudah dikeluarkan SE Wali Kota tentang pelaksanaan hajatan di dalam ruangan dan terop.

PSBB menyosialisasikan SE Wali Kota Batu b

Beberapa saat berkumpul di lapangan ini, ratusan mobil ini berpencar ke tiga kecamatan yang ada di Kota Batu, yakni Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji. Dengan pengawalan mobil patroli masing-masing Polsek mereka menuju masing-masing kecamatan.

Seperti di Kecamatan Bumiaji kurang lebih 26 mobil sound berkeliling. Kemudian menginformasikan bahwa penyelenggaraan hajatan di dalam ruangan atau terop per 31 Agustus 2020 sudah bisa dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan melakukan pembatasan undangan.

PSBB meyakinkan bahwa tidak perlu khawatir lagi menggelar hajatan karena pengusaha terop akan melakukan pendampingan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Terpenting yang harus diketahui oleh masyarakat, bahwa PSBB nanti tidak hanya sekedar datang, kemudian menaruh sound atau terop saja, tapi secara teknis di lapangan kami mengambil alih penanggungjawab hajatan di masyarakat,” ujar Koordinator Aksi, Eko Utomo.

Menurutnya, bagaiman pun juga, masyarakat dan pengusaha persewaan nikah harus harus menyesuaikan diri di tengah pandemi Covid-19. “Menjadi bagian keharusan bagi kita untuk beradaptasi dengan pola baru dan gaya hidup baru,” ujarnya.

PSBB menyosialisasikan SE Wali Kota Batu c

Menurutnya PSBB terdiri dari pengusaha terop dan alat persewaan pesta, persewaan sound, musisi, dekorasi, perias, fotografer serta orang-orang yang bekerja dari pesta hajat. Ia berharap dengan sosialisasi ini masyarakat menjadi tahu dan tidak ragu menyewa peralatan pernikahan serta melaksanakan hajatan karena sudah ada protokol kesehatan yang akan diterapkan.

PSBB meyakinkan bahwa tidak perlu khawatir lagi menggelar hajatan karena pengusaha terop akan melakukan pendampingan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Kami terharu atas perhatian Forpimcam Bumiaji yang memberikan perhatian khusus kepada kami, menyambut kedatangan kami dan mengajak dialog. Kami berharap tidak hanya berhenti sampai disini saja," ujar Eko Utomo saat ditemui oleh Forpimcam Bumiaji.

Dalam kesempatan itu juga PSBB meminta Forpimcam Bumiaji menjadi penasehat PSBB yang langsung disetujui oleh Forpimcam Bumiaji. Hadir dalam pemberangkatan sosialisasi SE Wali Kota soal hajatan ini, Kapolsek Bumiaji, AKP Nyoto Gelar, Danramil Bumiaji, AKP Inf Sujiono, Kasi Trantib Kecamatan Bumiaji, Exkanto.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com