Bawaslu Kabupaten Blitar Dalami Keganjilan Jumlah Suara di TPS 14 Kebonagung

Home / Berita / Bawaslu Kabupaten Blitar Dalami Keganjilan Jumlah Suara di TPS 14 Kebonagung
Bawaslu Kabupaten Blitar Dalami Keganjilan Jumlah Suara di TPS 14 Kebonagung Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin (FOTO:Istimewa)

TIMESJATIM, BLITARBawaslu Kabupaten Blitar masih terus mendalami keganjilan jumlah surat suara Pemilu 2019 di TPS 14 Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Dikatakan Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahuddin, keganjilan itu berupa kehadiran pemilih berjumlah 171 namun jumlah surat suara yang tercatat di C1 Plano hanya 169.

"Jadi ada kekurangan dua. Dua ini seperti apa dan kemana ini yang akan kami kaji," jelasnya, Senin (22/4/2019).

Dikatakan Hakam, Bawaslu akan mengkaji keganjilan di TPS 14 Kebonagung apakah nanti masuk ranahnya PSU (Pemungutan Suara Ulang) atau tindak pidana. Pihaknya masih belum bisa menyimpulkan karena masih akan diplenokan dan dikonsultasikan ke Bawaslu provinsi.

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini bisa dijadikan dasar untuk dilakukan PSU," tambahnya.

Hakam menjelaskan keganjilan itu bermula saat dilakukan penghitungan di C1 Plano Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP).

Untuk paslon 01 mendapatkan 141 suara sedangkan paslon 02 mendapatkan 22 suara sehingga total surat suara yang sah berjumlah 163. Sedangkan surat suara tidak sah ada 8 sehingga jumlahnya menjadi 171. 

"169 itu tidak sesuai dengan kehadiran pemilih yang berjumlah 171, itu yang akan terus kami dalami," tegas Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com