Wacana ASN Bekerja dari Rumah, Mendagri: Terpenting Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Home / Berita / Wacana ASN Bekerja dari Rumah, Mendagri: Terpenting Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu
Wacana ASN Bekerja dari Rumah, Mendagri: Terpenting Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu Mendagri RI, Tjahjo Kumolo. (Foto:Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, JAKARTAMendagri RI Tjahjo Kumolo tak mempersoalkan wacana Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin memperbolehkan ASN bekerja dari rumah selama tidak sampai mengganggu pelayanan terhadap masyarakat.

"Kantor Menpan yang punya usul kebijakan itu tentunya sudah mengkaji dengan baik. Yang penting pelayanan masyarakat tidak terganggu, sistem birokrasi enggak terganggu. Saya kira Menpan yang mengusulkan itu sudah menelaah dengan berbagai aspek," ujar Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sebelumnya membuka kemungkinan ASN di masa depan bisa bekerja dari rumah dengan bantuan teknologi digital. "Teknologi ada. Ya, supaya tidak jenuh juga," ucap Menpan-RB Syafruddin Rabu, 14 Agustus kemarin.

Menurutnya, jika wacana ini diterapkan, bukan berarti ASN bisa kerja terus-menerus tanpa masuk kantor. "Bekerja di rumah bukan berarti PNS tidak masuk kantor, tapi untuk memudahkan pekerjaan serta reward bagi pegawai yang berprestasi saja," ujarnya.

Terkait wacana ini, Mendagri Tjahjo beraggapan, bahwa Kemenpan-RB tidak membuat wacana itu secara asal-asalan. Ia paham betul kalau Menteri Syafruddin sudah melakukan pendalaman terkait adanya wacana ASN bisa berkerja di rumah.

"Bagi saya nggak masalah karena Menpan-RB sudah melakukan telaahan yang sangat komprehensif itu," tuturnya.

Meski demikian, Mendagri RI Tjahjo Kumolo menekankan, agar wacana Kemenpan-RB memperbolehkan ASN bekerja dari rumah tidak sampai mengganggu pelayanan terhadap masyarakat,  termasuk sistem birokrasi di kementerian dan lembaga negara, mulai pusat hingga daerah nantinya tidak terganggu akibat kebijakan tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com