Deklarasi Damai Cakades Bumiaji Bernuansa Wisata

Home / Berita / Deklarasi Damai Cakades Bumiaji Bernuansa Wisata
Deklarasi Damai Cakades Bumiaji Bernuansa Wisata Suasana Deklarasi Damai yang dilaksanakan bernuansa wisata di salah satu cafe di Kecamatan Bumiaji. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BATUDeklarasi Damai yang diikuti oleh 15 Calon Kepala Desa (Cakades) dari 5 Desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu didesain bernuansa wisata

Sehingga, suasana sangat cair dan jauh dari ketegangan. Sebaliknya keakraban sangat terasa diantara para Cakades yang akan bertarung dalam Pilkades Serentak yang akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2019 nanti. 

Sengaja Kecamatan Bumiaji menggelar Deklarasi Damai yang didesain seperti pesta kebun di Cafe Sontoloyo, sebuah cafe bernuansa alam yang berada di Kecamatan paling Utara Kota Batu. 

Deklarasi-Damai-Cakades-Bumiaji-b.jpg

Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso SH MM hadir dalam kegiatan tersebut didampingi oleh Kabag Pemerintahan, Dyah Liestina, Kapolsek Bumiaji, AKP Nyoto Gelar, Danramil Bumiaji, Kapten Inf Sujiono dan Camat Bumiaji, Aditya Prasaja S.STP MAP. 

Deklarasi Damai ini dibacakan Suliani, Cakades Punten diikuti cakades yang lain. Mereka adalah lima calon kades Tulungrejo yakni nomor urut 1 adalah Prasetyono. Cakades Mardianto nomor urut 2, Cakades Arochman Mustofa cakades nomor urut 3, Cakades Adi Sasmito nomor urut 4 dan Cakades Suliono cakades nomor urut 5. 

Sementara Calon Kades Punten adalah Suliani cakades nomor urut 1 sedangkan Hening Trisunu cakades nomor urut 2.

Calon Kepala Desa Gunungsari ada dua yakni Andi Susilo yang mendapatkan nomor urut 1 dan Suliono yang mendapatkan nomor urut 2.

Sementara Cakades Bumiaji adalah Suhariono nomor urut 1, Ali Mustofa nomor urut 2 dan Edy Suyanto nomor urut 3.

Sedangkan Calon Kepala Desa Giripurno Nomor Urut 1 Slamet. Calon Kades Nomor Urut 2 Suntoro dan Calo Kades Nomor Urut 3, Maskut Mail. 

Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso SH MM meminta seluruh Cakades tetap menjaga kedamaian yang sudah ada. 

Terlebih dari beberapa calon masih ada ikatan kekeluargaan. Ada yang sepupu, kakak bahkan ada yang mantan kades. 

"Demokrasi ya seperti itu, apalagi sekarang selisih satu suara pun sudah dinyatakan menang. Harus fair, siapapun yang kalah harus legowo, sementara yang menang harus bisa merangkul," kata Punjul. 

Deklarasi-Damai-Cakades-Bumiaji-c.jpg

Hal ini harus dilakukan karena membangun desa harus bersama, semua harus diakomodir tanpa membeda-bedakan. 

"Jangan sampai Bapak Ibu Cakades ini berteman dengan boto (pejudi-red), kalau sampai itu terjadi nanti berurusan sama yang baju coklat (polisi) dan hijau (TNI) itu," ujar Punjul. 

Ia pun menegaskan bahwa kades yang terpilih harus harmonis dengan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) sehingga pembangunan desa bisa berjalan. 

Salah satu tugas utama Kades terpilih nanti adalah masalah kemiskinan, desa punya tugas yang sama dengan Pemkot yakni mengentaskan kemiskinan. "Pernyataan Damai yang anda semua ucapkan tadi jangan hanya ada di mulut, tapi harus menjadi nawaitu (niat)," ujar Punjul. 

Deklarasi Damai 15 Cakades Bumiaji bernuansa wisata ini berlangsung santai dan cair.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com