Sayembara Gagasan Desain IKN, Menteri PUPR RI: Butuh Ide Cerdas dan Berwawasan Lingkungan

Home / Berita / Sayembara Gagasan Desain IKN, Menteri PUPR RI: Butuh Ide Cerdas dan Berwawasan Lingkungan
Sayembara Gagasan Desain IKN, Menteri PUPR RI: Butuh Ide Cerdas dan Berwawasan Lingkungan Peserta Sayembara Gagasan Desain IKN mengikuti penjelasan lapangan di Balikpapan, Senin (21/10/2019). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESJATIM, BALIKPAPANMenteri PUPR RI Basuki Hadimuljono berharap Sayembara Gagasan Desain IKN yang digagas Kementerian PUPR RI ini, mampu menelorkan gagasan atau konsep yang cemerlang untuk pembangunan Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan Timur.

“Pak Menteri menunggu gagasan dan ide-ide dari para peserta lomba untuk menciptakan IKN yang cerdas, modern dan berwawasan lingkungan," kata Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Imam Santoso Ernawi saat menyampaikan pesan singkat Menteri Basuki kepada peserta sayembara di Balikpapan, Senin (21/10/2019).

Sayembara-PUPR-2.jpg

Di hadapan para peserta Sayembara, Imam juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dicatat oleh seluruh peserta sayembara.

Pertama, katanya,  peserta harus inovatif, dan kreatif walaupun dengan keterbatasan data. Kedua, konsep dan referensi dari Panitia agar lebih dikembangkan lagi oleh peserta.

Yang ketiga adalah soal delineasi lokasi. Menurutnya, dari panitia tidak dimaksudkan untuk menggiring peserta, karena semua lokasi memiliki peluang dan potensi.  “Yang keempat. Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) bisa saja luasannya di bawah 2.000 hektare dan diharapkan untuk bisa dikembangkan,” imbuhnya.

Catatan yang kelima adalah para peserta diperbolehkan melaksanakan survei lapangan secara independen dalam seminggu ini agar menghasilkan karya yang optimal. Keenam, Jembatan Pulau Balang merupakan salah satu akses alternatif dan ikon dari IKN.

Sayembara-PUPR-3.jpg

Yang ketujuh, peserta diharapkan juga untuk fokus deliniasi kawasan 190.000 hektare.  “Yang kedelapan, konservasi menjadi pertimbangan utama.”

 Dan yang terakhir, seperti permintaan Menteri PUPR RI, kawasan lindung harus dipertahankan. Budaya lokal atau kearifan lokal masyarakat setempat juga harus menjadi pertimbangan dalam desain. “Dimungkinkan saja, adanya bandara atau airport khusus selain di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan,“ paparnya kepada peserta Sayembara Gagasan Desain IKN. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com