Caketum Partai Golkar Harus Utamakan Soliditas Partai di Munas ke-10

Home / Berita / Caketum Partai Golkar Harus Utamakan Soliditas Partai di Munas ke-10
Caketum Partai Golkar Harus Utamakan Soliditas Partai di Munas ke-10 Gandung Pardiman

TIMESJATIM, YOGYAKARTAMunas ke-10 Partai Golkar selalu menjadi perhatian dari berbagai pihak baik dari kader dan simpatisan partai berlambang pohon berigin maupun masyarakat umum dan pengamat.

Gandung Pardiman, Ketua DPP Partai Golkar bidang Penggalangan Pekerja Buruh dan Ormas yang juga Ketua Wantim DPD Golkar DIY melihat bahwa munas golkar sudah mulai menghangat dengan adanya dinamika yang bermunculan.

"Banyaknya dinamika yang muncul tersebut sah sah saja .Namun demikian yang  harus dipelihara dan dipupuk bersama adalah persatuan dan kesatuan partai sebagai hal  utama yang harus dipegang teguh oleh setiap kader golkar.Jangan sampai terjadi hanya karena alasan demi demokrasi soliditas partai jadi hancur," ungkap Gandung Pardiman dalam keterangan persnya kepada Times Indonesia, Rabu (2/12/2019)

Gandung menambahkan banyaknya caketum yang bermunculan pertanda baik bagi partai golkar. Namun demikian apabila mayoritas kader peserta munas menghendaki aklamasi dengan musyawarah mufakat itu juga harus dihargai dan didukung.

"Jangan sampai semua itu dirusak dengan mengatakan tidak demokratis dan dengan berbagai alibi atas nama demokrasi membuat ulah sehingga soliditas Golkar hancur," ujarnya.

Para caketum, imbuh Gandung, harus memiliki kesadaran yang tinggi terhadap arti pentingnya soliditas partai untuk kebesaran partai Golkar ke depan.

"Hasrat dan syahwat politik harus terkendali sehingga tidak menimbulkan perpecahan secara internal di tubuh partai Golkar ini," tegas politisi senior Golkar DIY.

Para caketum yang muncul di Munas ke-10, menurut anggota DPR RI Fraksi Golkar dapil DIY ini, harus mampu belajar dari sejarah perpecahan Golkar di tengah hiruk pikuknya di setiap Munas Partai Golkar. Sehingga ada daya beda antara generasi muda sekarang dengan  masa lampau. "Sejak awal saya katakan aklamasi sah - sah saja di alam demokrasi. Jangan menentang aklamasi hanya karena alasan demokrasi. Kalau mayoritas menghendaki musyawarah dan mufakat untuk beraklamasi maka perlu kita amankan bersama," pungkasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com