Diduga Pungli PTSL, Warga Minta Kades Pademawu Timur Mundur

Home / Berita / Diduga Pungli PTSL, Warga Minta Kades Pademawu Timur Mundur
Diduga Pungli PTSL, Warga Minta Kades Pademawu Timur Mundur Masyarakat desa Pademawu Timur saat memberikan keterangan pada wartawan TIMES Indonesia. (FOTO: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, PAMEKASAN – Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diduga jadi lahan dugaan pungutan liar (pungli) bagi segelintir oknum di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

HJ Taufik, selaku koordinator warga desa  Pademawu Timur dalam audensi di Balai Desa Pademawu Timur, menyampaikan bahwa masyarakat yang membuat sertifikasi tanah gratis itu, sudah menerima sertifikat tanahnya.

Namun, katanya. pihak warga pemohon ditarik uang di luar ketentuan.

"Sertifikasi tanah gratis itu mulai 2016 dan jumlah sekitar seratus bidang tanah. Sementara dugaan pungutan sebesar Rp 400 ribu. Pungutan sudah menyalahi aturan yang ada," katanya.

Dia mengatakan harusnya biayanya sekitar Rp 150 ribu."Namun saya temukan di bawah, masyarakat diminta Rp 400 ribu," ungkapnya.

Selanjutnya, Taufik meminta kepada kepala desa untuk memundurkan diri dari jabatannya, atau kalau tidak mundu hingga akhir tahun, kasus ini akan berlanjut.

"Saya memberikan dua opsi kepada Kades mau mundur atau mau lanjut perkara. Kalau Kades memundurkan diri, saya tidak akan melanjutkan perkara ini," ujarnya.

Sementara, kepala desa saat ditemui di Balai Desa menurut Taufik, mengaku tidak tahu mengenai dugaan pungli program PTSL di desanya. "Saya tidak mau menjawab pertanyaan itu, karena saya tidak merasa salah," ungkap Taufik menirukan pernyataan Juma'ati, kepala Desa Pademawu Timur Kabupaten Pamekasan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com