Indonesia Kembangkan Pisang Cavendish di Blitar untuk Ekspor

Home / Ekonomi / Indonesia Kembangkan Pisang Cavendish di Blitar untuk Ekspor
Indonesia Kembangkan Pisang Cavendish di Blitar untuk Ekspor Penanaman pisang cavendish di Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian RI) memperluas pengembangan produk hortikultura berorientasi ekspor dengan menanam pisang cavendish di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

"Ini merupakan program quick wins Kemenko Perekonomian yang bertujuan menekan defisit neraca perdagangan nasional," kata Sekretaris Kemenko Perekonomian RI Susiwijono dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (21/1/2020), seperti dikutip Antara.

pisang-cavendis-a.jpg

Penanaman perdana pisang cavendish  sebagai komoditas pertanian untuk ekspor itu merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Jembrana, Bali, Desember 2019.

BACA JUGABupati Blitar Lakukan Penanaman Perdana Pisang Cavendish

Ia berharap petani melihat langsung proses dan keberhasilan dari budidaya pisang cavendish. Kemudian mereka bisa bergabung dan akan mendapatkan pendampingan mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Pisang cavendish, kata dia, merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai prospek pengembangan yang baik karena bernilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka luas.

Saat ini, ekspor pisang cavendish sudah dilakukan ke beberapa negara yaitu ke China, Jepang, Korea, dan Timur Tengah. Namun, permintaan dari negara tersebut masih belum dapat tercukupi karena keterbatasan lahan produksi pisang cavendish.

Oleh karena itu, pengembangan komoditas hortikultura berorientasi ekspor, ucapnya, akan terus dilakukan di berbagai daerah.

Pemerintah akan terus mengembangkan kawasan hortikultura berorientasi ekspor di daerah lainnya, seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Pengembangan ini dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, swasta yakni Great Giant Pineapple (GGP) dan petani.

"Saya berharap pola seperti ini dapat terus digulirkan di level nasional, sehingga nantinya akan sangat besar kontribusinya terutama untuk menyelesaikan permasalahan utama ekonomi kita terkait defisit neraca perdagangan," ujar Susiwijono terkait pengembangan produk hortikultura berorientasi ekspor seperti pisang cavendish di Blitar. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com