Puluhan Pelaku Ekonomi Kreatif Ramaikan Blitar Creative Festival 3

Home / Ekonomi / Puluhan Pelaku Ekonomi Kreatif Ramaikan Blitar Creative Festival 3
Puluhan Pelaku Ekonomi Kreatif Ramaikan Blitar Creative Festival 3 Pintu masuk Blitar Creative Festival 3 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Blitar di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP), Jumat (14/6/2019). (FOTO: Sholeh/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BLITAR – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Tri Iman mengatakan Blitar Creative Festival 3 (BCF 3) 2019 diisi 38 pelaku ekonomi kreatif yang terdiri dari 16 stand sektor ekonomi kreatif, 5 stand kampung kreatif, 2 stand destinasi wisata kemudian 15 stand kuliner.

"Kegiatan BCF ini akan diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 14,15 dan 16 Juni. Stand akan dibuka mulai jam 15.00 sampai 21.00," jelas Tri Iman usai mengikuti pembukaan Blitar Creative Festival 3, Jumat (14/6/2019) malam.

Di sebelah barat deretan stand terdapat panggung yang setiap hari akan menampilkan pertunjukan kesenian selain dari putra daerah Blitar sendiri juga ada dukungan dari luar daerah dari Solo, Makassar, Trenggalek juga dari Kalimantan.

Menurut Tri Iman, BCF diselenggarakan Disparbud yang mengemban misi ketiga kota Blitar yaitu meningkatkan kemandirian perekonomian yang berorientasi pada industri wisata dan ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

"Trisakti Bung Karno salah satunya adalah berdikari di bidang ekonomi. BCF merupakan bagian dari ekonomi kreatif sehingga ini adalah manifestasi dari Pemkot Blitar melaksanakan salah satu Trisakti," tambahnya.

Masih menurut Tri Iman, atas kebijakan PLT Wali kota Blitar untuk meramaikan bulan Bung Karno di Bumi Bung Karno maka yang biasanya dua tahun kemarin BCF ini diselenggarakan di medio Oktober, akhirnya tahun ini dimajukan untuk meramaikan Bulan Bung Karno di bulan Juni.

"Untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan Blitar Creative Festival 3 ini maka nanti di akhir acara, peserta akan diberi pre test dan post test. Semacam kuesioner untuk mengukur perkembangan yang dirasakan ekonomi kreatif." urainya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com