Seniman Ludruk Cak Wito: Melestarikan SeniLudruk Tanggung Jawab Siapa?

Home / Gaya Hidup / Seniman Ludruk Cak Wito: Melestarikan SeniLudruk Tanggung Jawab Siapa?
Seniman Ludruk Cak Wito: Melestarikan SeniLudruk Tanggung Jawab Siapa? Melestarikan Ludruk memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. (foto: wagata berita)

TIMESJATIM, MALANGSeniman ludruk asli Malang, Suwito Heri Sasmito atau yang sering dikenal Cak Wito mempertanyakan soal siapa yang berkewajiban untuk melestarikan seni ludruk.

Menurutnya, sudah jadi kewajiban pemerintah dan masyarakat untuk turut ambil andil dalam melestarikan seni tradisi ludruk.

Pemerintah adalah pembuat kebijakan yang memiliki power untuk melakukan pelestarian budaya. Sedangkan masyarakat adalah konsumennya. Msyarakat adalah penikmat dari kegiatan seni. Percuma juga kalau dilestarikan jika penikmat sudah tidak ada.

“Sebab saat ini kita disuruh melestarikan seperti ini, sebenarnya tanggung jawab siapa. Anak muda saat ini saja lebih tahu stand up komedi daripada ludrukan,” ujar Cak Wito.

Cak Wito mengungkapan telah terjadi kesalahan peran dan penilaian terhadap kesenian ludruk. Pandangan masyarakat terhadap ludruk masih dalam koridor negatif.

Namun hal ini tidak bisa dipermasalahkan karena masyarakat memiliki kebebasan tersendiri dalam memiliki selera.  “Masyarakat memiliki kebebasan dan kemerdekaan dalam memilih. Banyak anak muda yang bukan nggak seneng, tapi ora ngerti,” papar lelaki usia 71 tahun ini.

Cak Wito melakoni dunia seni ludruk sejak tahun 1956. Dirinya juga terlibat bermain ludruk dengan Kartolo, salah satu tokoh legendaris ludruk. Cak Wito berharap pemerintah mampu membuat kebijakan kembali yang mampu menyongsong kembali kesenian ludruk. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com