Efek Self Distance Pada Anak Autis Bagaimana Ya?

Home / Gaya Hidup / Efek Self Distance Pada Anak Autis Bagaimana Ya?
Efek Self Distance Pada Anak Autis Bagaimana Ya? ILUSTRASI - Self Distance pada Anak (foto: theAsianparent)
Fokus Berita

TIMESJATIM, MALANGAnak adalah harta bagi kedua orang tuanya. Tentu saja pada usia dan keadaan tertentu anak membutuhkan bimbingan bagaimana caranya menjaga diri. Salah satunya pada masa wabah virus Corona atau Covid-19 kini.

Tidak semua anak bisa menerima perubahan yang terjadi akibat kewajiban social dan physical distancing. Rutinitas kegiatan yang biasanya dilakukan sehari-hari menjadi tidak bisa lagi dilakukan. Dampaknya pun cukup dirasakan anak - anak.

Ternyata, dampak ini pun juga dirasakan oleh anak autis. Hal ini disampaikan oleh Dr Ariani, MKes, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial FKUB/RS dr Saiful Anwar Malang.

Menurutnya,  social dan physical distancing turut mempengaruhi kondisi anak autis.

“Anak dengan autis menyebabkan anak lebih berisiko mengalami kecemasan berlebihan serta perilaku agresif, karena penyandang autis kebanyakan memiliki ciri-ciri kehidupan yang terjadwal secara teratur,” paparnya.

Orangtua harus bisa memberikan pengertian secara perlahan, terus menerus dengan bahasa yang mudah dipahami agar anak juga dapat beradaptasi. Salah satunya adalah bagaimana menanamkan pemahaman cuci tangan.

Individu dengan autis cenderung lebih tertarik dengan peraga visual. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh orangtua.

“Untuk mengajari tahapan cara cuci tangan yang benar, dengan bahasa yang pendek-pendek dan diulang ulang dan lewat media audio visual atau media gambar,” jelasnya.

Selain diajari cara mencuci tangan yang benar, orangtua juga harus memberitahu kapan saja harus melakukan cuci tangan tersebut.  

Individu dengan autisme menghadapi tantangan dalam melakukan hal yang disebut di atas. Tugas orangtua individu, lanjut dr. Ariani, adalah agar individu autis bisa mengambil keputusan sendiri.

Selain itu dapat mandiri dan berpartisipasi dalam masyarakat sangat membutuhkan support dari masyarakat. Masyarakat wajib memberi kesempatan bagi anak penyandang autis untuk dapat berpartisipasi di kehidupan sosial. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com