Promosi Doktor PAI UMM, Muntaha Angkat Pembentukan Ekologis di Pesantren

Home / News Commerce / Promosi Doktor PAI UMM, Muntaha Angkat Pembentukan Ekologis di Pesantren
Promosi Doktor PAI UMM, Muntaha Angkat Pembentukan Ekologis di Pesantren Muntaha Mahasiswa S3 PAI Universitas Muhammadiyah Malang

TIMESJATIM, MALANGMuntaha, mahasiswa program doktor PAI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memandang, pesantren sebagai kawah candradimuka dalam menanamkan nilai-nilai Islam. Termasuk di dalamnya tentang pelestarian alam dan lingkungan hidup mestinya mempunyai peran yang signifikan.

Namun demikian, cukup disayangkan hingga saat ini masih banyak pesantren yang menghadapi persoalan-persoalan lingkungan. Di antaranya, persoalan sanitasi yang belum sesuai dengan standar, kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah juga masih rendah, berbagai penyakit yang umum, dan sering terjadi sebagai dampak lingkungan yang belum dikelola secara baik dan benar menjadi masalah serius di pesantren. Seperti kudis, diare, infeksi saluran pernapasan, dan lain-lain.

Melihat persoalan tersebut Muntaha, mengangkat isu tersebut dalam bentuk Disertasi yang diujikan pada Rabu, 15 Juli 2020. Ia menulis disertasi bertajuk “Pembentukan Ekologis di Pesantren dengan menganbil kasus pada warga Pesantren Annur 2 Almurtadlo, Bululawang, Malang”.

Pesantren An Nur 2 Al-Murtadlo sebagai salah satu pesantren yang mengajarkan ajaran Islam dan berupaya membentuk keberagamaan dan perilaku masyarakat muslim dari generasi ke generasi, mempunyai posisi yang strategis dalam mendidik generasi Islam yang ramah dan peduli terhadap lingkungan.

Yakni, sebagai mediator yang sangat penting dalam menjembatani kegiatan lingkungan di tingkat akar rumput. Antara komunitas pesantren dan masyarakat sekitarnya melalui filosofi sederhana santri ben krasan (santri supaya betah tinggal di Pesantren) yang diaktualisasikan dalam bentuk pesantren wisata dengan spirit memperoleh barokah dan sugih.

Layaknya tempat wisata, Pesantren Annur 2 Al-Murtadlo  mengembangkan lingkungan pesantren yang asri, bersih, hijau dan menyenangkan. 

Peneliti yang juga dosen di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ini merasa bahwa teori taskhir yang dikontruksi oleh Majid Irsan Al-Kilani dirasa tepat untuk penelitannya. Karena memberdayakan potensi alam semesta berdasarkan berbagai fenomenanya melalui upaya pemberdayaan atau usaha eksplorasi yang bermanfaat bagi sisi kemanusiaan mereka sendiri dalam pelbagai aspek kehidupan, tanpa harus memberikan bayaran kepada-Nya. Term taskhir secara eksplisit semakna dengan mengendalikan, mengatur, memudahkan, mempersiapkan, memperhambakan, menguasakan, mengelola, dan menyediakan. 

Kesalehan ekologis dapat dibentuk dengan menanamkan nilai-nilai Islam sebagai spirit yang mendasar dimana barokah dan sugih (kaya) inilah yang jadikan sebagai nilai dasar. Nilai ini dikontruksi dari filosofi santri ben krasan (santri supaya betah tinggal di Pesantren) sebagai wujud relasi horizontal dan vertikal. Relasi horizontal dimaksudkan sebagai khalifah dalam rangka menjaga, mengelola, melestarikan, memperbaiki dan mendayagunakan lingkungan pesantren, sedangkan relasi vertikal sebagai wujud penghambaan keapada Allah (abdullah). 

Dalam membentuk kesalehan ekologis langkah-langkah yang dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti revitalisasi ajaran agama, pembelajaran PAI integratif, role model (keteladanan), habbit forming  (pembiasaan) dan reward and punishment. Langkah-langkah pembentukan kesalehan ekologis tersebut tingkat keberhasilannya dipengaruhi oleh tingkat spritualitas dan kesalehan ekologis kiai.

Muntaha juga melihat hal ini disebabkan oleh pemaknaan bahwa subjek akan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat jika taat kepada kiai. Sebaliknya, kualat (tidak bahagia) jika menentang kiai. Berdasarkan landasan nilai-nilai sebagai spirit dan langkah-langkah pembentukan ekologis yang terukur menjadikan wujud kesalehan ekologis di Pesantren Annur 2 Al-Murtadlo sebagai bentuk sedekah terhadap sesama, sebagai bentuk layanan prima dan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Dari penelitian ini, Muntaha mengemukakan temuanannya yang memiliki implikasi teoritik dimana budaya ekologis di Pesantren Annur 2 Al-Murtadlo menggambarkan hubungan yang harmonis antara manusia dengan khalik, manusia dengan manusia, manusia dengan binatang dan manusia dengan alam. Dengan budaya ekologis ini kreatifitas dan kemandirian santri menjadi tumbuh, religiustiasnya juga semakin kuat.

Budaya tersebut berasaskan pada tingkat spiritual dan kesalehan ekologis kiai. Sehingga kesalehan ekologis dapat terbentuk dengan baik.

Temuan lainnya di mana budaya ekologis di Pesantren Annur 2 Al-Murtadlo merupakan sebuah bentuk sedekah terhadap sesama. Juga sebagai bentuk layanan prima dan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. 

Berdasarkan wawancara, Muntaha menjelaskan bahwa penelitiannya ini mengajukan sebuah proposisi kajian. Apa itu?

 "Pembentukan kesalehan ekologis akan berhasil jika ada pembiasaan, keteladanan, didukung dengan spirit mendapat barokah, dan menjadi sugih, serta warga pesantren diajak berinteraksi langsung dengan lingkungan, dilakukan dalam rangka beribadah kepada Allah sekaligus sebagai khalifah demi kemaslahatan kehidupan umat,” ungkap Muntaha. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com