Pelajar NU di Gresik Diajak Tangkal Hoaks dengan Ilmu Jurnalistik

Home / Pendidikan / Pelajar NU di Gresik Diajak Tangkal Hoaks dengan Ilmu Jurnalistik
Pelajar NU di Gresik Diajak Tangkal Hoaks dengan Ilmu Jurnalistik Pelajar saat mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik. (Foto: Istimewa)

TIMESJATIM, GRESIK – Sejumlah pelajar NU dan juga pengurus PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belajar ilmu jurnalitik dasar, hal ini merupakan komitmen menangkal hoaks serta meningkatkan budaya literasi.

Pelatihan yang digelar itu diikuti 72 pelajar, serta pengurus PAC IPNU dan IPPNU. Kegiatan itu terselanggara di Aula SMA NU 1 Gresik, Minggu (15/12/2019).

Ketua PC IPNU Dwi Wahyu Hermawan mengatakan, selain agar para kader bisa meningkatkan budaya literasi, kegiatan ini diharapkan bisa menangkan berita hoaks yang merajalela akhir-akhir ini.

"Program ini untuk menambah wawasan para kader di tingkat kecamatan. Selain menangkal berita bohong juga menjadikan kader meningkatkan budaya literasi," ungkapnya.

Wahyu berharap, agar ke depan para pelajar bisa mengimplementasikam ilmu jurnalistik dasar serta bisa membuay berita. "Jadi targetnya setiap PAC bisa membuat berita dari kegiatan dan diupload," ujarnya 

Sementara itu salah satu narasumber, Jurnalis Sindo News Ashadi Iksan mengungkapkan produk jurnalistik berbeda dengan informasi yang beredar di media sosial. 

Diungkapkan Ashadi, adanya UU Pers itu membuat tugas jurnalistik memiliki koridor dan batasan. Sehingga informasi yang menjadi produk jurnalistik bisa dipertanggungjawabkan. 

"Adanya UU Pers membuat tugas jurnalis tidak bisa sembarangan membuat berita. Sebelum menulis, mereka juga akan melakukan wawancara untuk mencari data," ujarnya.

Ditambahkan Jurnalis TV9 Angga Purwancara, untuk bisa mencari dan menulis berita seseorang harus memahami apa yang akan disampaikan kepada pembaca. Di zaman sekarang, banyak media sosial yang menjadi rujukan informasi. Padahal belum tentu kebenarannya.

"Membuat berita harus subjek, predikat, objek dan keterangan (SPOK) di awal kalimat. Jangan semua ditulis, kemudian tanda baca harus diperhatikan agar pembaca mudah memahami," ungkapnya, menambahkan usai menjadi narasumber yang digelar pelajar NU Gresik. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com