Sekolah di Banyuwangi Dimulai Senin 13 Juli, ini Mekanismenya

Home / Pendidikan / Sekolah di Banyuwangi Dimulai Senin 13 Juli, ini Mekanismenya
Sekolah di Banyuwangi Dimulai Senin 13 Juli, ini Mekanismenya Guru di SD Negeri 1 Rejoagung, Kecamatan Srono melakukan penyemprotan disinfektan guna persiapan kedatangan peserta didik baru. (Foto: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BANYUWANGIDinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengeluarkan surat edaran terkait dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar atau hari pertama sekolah untuk siswa PAUD, SD, SMP dan PKBM/LPK di Banyuwangi.

Dalam surat edaran bernomor 421/2527/429.101/2020 tersebut, Dinas Pendidikan Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan belajar tahun ajaran 2020/2021 akan dilaksanakan kembali pada tanggal 13 Juli 2020.

Surat berdasar keputusan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri tertanggal 10 Juli 2020 itu menyebut bahwa proses kegiatan belajar siswa dilakukan dari rumah, sampai ada keputusan dari Pemkab Banyuwangi.

Selain itu, dalam dalam surat yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Dispendik Banyuwangi, Suratno S, Pd., M.M juga menyampaikan bahwa kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) di masa pandemi Covid-19 bagi siswa baru dilakukan dengan cara daring.

"Semuanya dilakukan dengan cara online atau daring, ini sesuai dengan SKB 4 Kementerian," terang Suratno kepada TIMESIndonesia, Sabtu (11/7/2020).

Meski begitu, lanjut Suratno, pihak sekolah diwajibkan untuk menyusun tata kelola satuan pendidikan tahun ajaran 2020/2021 untuk persiapan masa new normal.

"Pertama, melakukan review terhadap kurikulum 2020/2021 yang memuat pola pendidikan tatap muka, dan pembelajaran jarak jauh (daring atau Kuring), disertai analisis materi pembelajaran, jadwal belajar, shift waktu belajar, dan penilaian," ungkap Suratno.

Ketiga, menyiapkan sarana dan prasarana di setiap satuan pendidikan dalam pencegahan Covid-19. Keempat, mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Setelah itu, masih Suratno, Dispendik dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi akan melakukan verifikasi keabsahan daftar periksa kesiapan pembelajaran tatap muka di era new normal.

"Jadi sinergitas satuan pendidikan, kepala sekolah, dan guru sangat diperlukan untuk bisa memberikan layanan pembelajaran dan menjaga kesehatan atau keseluruhan peserta didik," jelasnya.

Sementara itu kebijakan berbeda diambil oleh tingkat SMA/MAN dan SMK sederajat di Banyuwangi. Untuk peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 boleh diperkenankan masuk ke sekolah, namun harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Ini khusus peserta didik baru atau kelas 10 saja, itupun harus pakai protokol kesehatan yang ketat. Bahkan harus ada angket dari orang tua juga," kata Kepala Dispendik Jawa Timur Cabang Banyuwangi, Istu Handono.

Istu mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tersebut jadwal masuk para siswa baru dibuat bertahap. 

"Misal satu hari masuk, satu hari tidak. Bahkan dalam satu kelas hanya dibatasi 18 anak saja. Tentu harus dengan jaga jarak," ujar Istu.

Selain itu, jadwal waktu kegiatan pengenalan lingkungan sekolah oleh siswa baru juga dibatasi hanya tiga jam saja dan tidak boleh lebih dari itu. Ini dilakukan, kata Istu, untuk pencegahan Covid-19.

"Kalau kelas 11 dan 12 tetap belajar via daring dari rumah sembari menunggu keputusan dari pemerintah," paparnya.

Meski begitu, dalam kebijakan tersebut Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Banyuwangi tidak memaksakan pihak sekolah untuk mewajibkan siswa baru untuk masuk.

"Ini hanya untuk sekolah yang sudah melaporkan kesiapannya saja. Kalau yang belum siap ya tidak masalah, tapi harus mempersiapkan. Jadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dari rumah lewat online," ungkap Istu. 

"Besok kita lakukan video conference kepada seluruh sekolah yang sudah siap dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah," imbuhnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com