Forum Guru Besar Muhammadiyah Angkat Bicara soal Masa Depan Pendidikan Indonesia

Home / Pendidikan / Forum Guru Besar Muhammadiyah Angkat Bicara soal Masa Depan Pendidikan Indonesia
Forum Guru Besar Muhammadiyah Angkat Bicara soal Masa Depan Pendidikan Indonesia Forum Guru Besar Muhammadiyah gelar acara Webinar Nasional bertajuk “Masa Depan Pendidikan Indonesia”. (FOTO: UAD for TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESJATIM, YOGYAKARTA – Dalam acara Webinar Nasional #1 Forum Guru Besar Muhammadiyah, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Muchlas MT menegaskan bahwa kini dunia pendidikan mengalami disrupsi luar biasa karena pesatnya perkembangan teknologi informasi serta imbas dari pandemi Covid-19.

Dalam acara Webinar bertajuk “Masa Depan Pendidikan Indonesia” tersebut, Muchlas menyatakan, diperlukan usaha yang sistematis dan taktis untuk menjadikan dunia pendidikan adaptif terhadap apapun.

“Saya berharap muncul rumusan yang nantinya bisa digunakan dalam kebijakan pendidikan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (14/7/2020).

Selain itu, sejumlah tokoh lain yang berbicara adalah Prof Dr Mustari selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof Warsito Ph D selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Din Wahid Ph D selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag dan Imam Hanafi Ph D selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra.

Pada kesempatan yang sama, Mustari mengatakan metode pembelajaran dan pengajaran harus berubah, mestinya penggunaan teknologi bukan lagi sebagai alternatif melainkan sebuah keharusan.

Dijelaskannya pula, tujuan pendidikan nasional harusnya mengembangkan potensi peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta pengembangan kapasitas sumber daya pendidik perlu diatur sebaik-baiknya.

“Belajar dari rumah atau secara daring adalah kesempatan yang baik bagi pelajar untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya,” paparnya.

Pihaknya pun menyayangkan terkendalanya social capacity yang lemah karena kualitas pendidikan di Indonesia rendah. Ia juga berharap kerjasama antar negara dalam bidang pendidikan akan meningkat karena mudahnya komunikasi.

Perubahan di dunia pendidikan, lanjutnya, identik dengan persaingan publikasi, kolaborasi dan vokasi. Sehingga dibutuhkan cara berpikir yang antisipatif menghadapi pandemi dan bencana lainnya. Pembelajaran daring mengubah ruang manual menjadi ruang virtual, namun salah satu sisi kekurangannya adalah ketergantungan terhadap akses online sangat tinggi.

“Pada hakikatnya era kenormalan baru dapat menjadi peluang besar bagi negara-negara yang mampu bertransformasi dan berinovasi dalam berbagai bidang teknologi maupun pendidikan,” ujar Mustari di Webinar Nasional #1Forum Guru Besar Muhammadiyah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com