Haru..!! Lima Hari Guru Tak Masuk, Ini Isi Surat Sesal Siswa Kelas II MI ke Gurunya

Home / Pendidikan / Haru..!! Lima Hari Guru Tak Masuk, Ini Isi Surat Sesal Siswa Kelas II MI ke Gurunya
Haru..!! Lima Hari Guru Tak Masuk, Ini Isi Surat Sesal Siswa Kelas II MI ke Gurunya Isi surat sesal siswa kelas II MI ke Gurunya karena lima hari tak masuk (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BONDOWOSO – Apa yang dilakukan oleh siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI), betul-betul mengharukan dan patut dicontoh. Bagaimana tidak, mereka bersurat yang isinya penyesalan, ke salah satu guru, karena lima hari tidak masuk.  

Padahal dari hasil penelusuran TIMES Indonesia, guru bernama Linda Sulistiyowati (26 tahun) itu, tidak masuk bukan karena tak mau lagi mengajar mereka. Tapi disebabkan sakit.

surat-sesal-2.jpg

Namun di dalam surat tersebut, justru para murid-muridnya mengutarakan penyesalan, dan merasa bersalah atas ketikhadiran gurunya selama beberapa hari. Berikut isi surat yang diterima Guru Linda.

Buk Linda, maafin kita semua karena udah nakal. Tapi kita akan berusaha untuk gak nakal lagi kok,” begitu di awal isi surat itu.

Kemudian dilanjutkan lagi, “Buk Linda gimana pas gak hadiahnya. Semoga buk Linda suka sama hadiahnya. Amin ya robbal alamin!,” sambungnya.

Dalam surat itu mereka memohon agar suratnya dibaca sampai tuntas. “Buk linda harus baca surat ini sampai selesai Terima kasih ya buk Linda. Karna Buk Linda udah bimbing kita semua, sampai pintar dan cerdas!.”

Tak hanya bersurat, para siswa yang berjumlah 20 tersebut patungan, untuk membelikan hadiah. Mereka memberikan hadiah, berupa kaos kaki.

Diketahui, Linda Sulistyowati merupakan salah seorang wali kelas II MI Nurul Hasan, Kecamatan Grujugan Bondowoso.

Kepada TIMES Indonesia, Linda mengaku sangat bangga dan terharu atas apa yang dilakukan oleh para siswanya tersebut.

“Saya bangga. Bukan masalah hadiahnya. Saya bangga karena jiwa mereka, mental mereka betul-betul menunjukkan murid yang baik, dan sangat menghargai gurunya,” jelasnya.

Dia berharap, sifat dan mentalitas yang baik itu, bisa terus tertanam dan berkembang di dalam jiwa mereka.

“Bayangkan. Tanpa disuruh, mereka meminta maaf. Padahal saya tak masuk bukan karena kesalahan mereka. Tapi karena sakit. Itulah jiwa ksatria,” sambungnya sambil menunjukkan surat dari siswa, Sabtu (12/10/2019).

Guru Linda berkaca-kaca menerima perlakuan mulia dari siswanya. Apalagi surat dan hadiah yang dikirim oleh para siswa Kelas II MI tersebut, hampir bersamaan dengan hari ulang tahunnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com